Tuesday, December 30, 2008

Rinduku


Ku buka buku
Diary tua
pemberian sahabatku
2 tahun yang lalu

Ku baca
bait demi bait kata-kata bijakmu
Sobat hidup akan terus berlalu
Jangan pernah jemu
untuk memburu

Cita-citamu
sampai ke mana pun
kau memburu

Sang waktu akan menemani mu
Sampai batas tak tentu

Sobat
kuingat kamu
sampai akhir hayatmu
Walau kita
tak bertemu
hanya doa ku padamu
menyertaimu
Dan maafkan aku
bila membuat mu pilu.

Canberra
menjelang tahun baru 2008

Monday, December 29, 2008

Marhaban New Hijriyah


Ku sambut
Hari baru itu
Dengan lantunan surah Yassin dan Ar-Rahman
sebagai sambutan ku padamu

New Hijriyah
Semangat baruku
Ku buka lembar baru
Sebagai intropeksi diriku
padamu

Semangatku
Setiaku
Padamu
Jadi Cambukku
Untuk selalu mengejar mimpiku

Sampai tak pernah jemu
Sampai angin tak menderu
dan menyapaku
di akhir hayatku bila bertemu

1 Muharram 1430
Canberra

Sunday, December 28, 2008

So Close y dream


Hidup bak sebuah mimpi
Mimpi sudah lama ku nanti
dari seorang anak Petani
Tak bergaji

Yang ada hanya punya hati
suci
menanti
hidup penuh misteri

Di kamar ini
ku renungi diri
Akan sebuah yang di nanti

Jati diri
sempurnakan hati
menjadi pria yang tahu diri
akan makna hidup ini

Ya Rabbi
berikan energi
agar selalu bermimpi
sampai tiada henti

Di kamar ini
tempat berintropeksi
yang sudah terjadi
untuk menjadi lelaki yang
selalu berdiri tegak dengan kaki sendiri
walau air mata menitis di pipi
darah keringat sampai akhir perjuangan hidup ini

Canberra
28 Dec 2008

Friday, December 26, 2008

Ombak itu bernama Tsunami


Senyap
Panik
Bingung

Sontak ku ingat kamu

Dimana kamu

Hingga kini tak tahu dimana
Jasad mu

Canberra
26 Dec 2008

Smong 4 Years ago in Aceh


Pagi itu,
Semua masih senyap
Di peraduan selimut biru

Pagi itu,
Hari masih berkelakar dan bersenda dengan ibu ku
di dapur di kala itu

Ku santap serapan dengan keluarga
Penuh rasa sayang mereka padaku

Tiba-tiba
Dunia bergoncang
Hingga hilang dan sontak
Gairah makan ku
Hingga bertahun berlalu

Bumi bergoncang
Laksana marah pada wajahku
Merekah tanah
Hancur lebur
Pilu
Bingung

Ku ingat bagaimana keadaan saudaraku
sahabatku, temanku, guruku
Kekasihku dimana dirimu

Suara telephone putus
Berlalu dan akhir perpisahanku padamu
selamanya

Smong
ku ingat padamu
kau adalah hadiah dari Tuhanku
di Pagi itu

Mengingatku
Akan kebesaranmu
di pagi itu

Kekasih ku
Doaku
Padamu
Semoga mendengarkan doa
Rasa rinduku
Mengulum rindu
di dadaku
Selamanya padamu

Smong , warga simelue mengenalmu
Tsunami 4 tahun yang lalu
berlalu
di ingatanku

Canberra, 26 Dec 2008
Tsunami happened 4 years ago

Wednesday, December 24, 2008

Branlee


Pantai, laut dan ombak adalah tempat kesenanganku
Pantai biru
Banyunya biru
Langitnya biru

Brainlee
Ku datang pada mu
Ku lepas
Semua keluh kesah ku
Galauku
Pilu ku
Rinduku
Senangku padamu

Brainleee what ever namamu
ku suka pada mu
airmu jernih
ombakmu menderu
banyak kerang, balonese, crab, ikan kecil, rumput laut dan bulu babimu

Burung dara menyapaku
Welcome Ismail didunia damaiku
Sering-seringlah datang menyapaku
Ku tangkap dalam hatiku

Ombak memecah dalam lamunanku
Dia menyapaku
Hai, jangan Bergigu kawanku
Tuhan selalu menyertaimu

Barleen 10 Km
Bateman Bay

Braidwood


Mendung Kala itu
Membuat mata ingin saja tertutup

Lagu " Good Bye" Air Supply sudah tujuh kali ku ulang dan semua lirik menjadi santapan ku.
Matahari masih saja enggan
Menampakkan wajahnya.

Ku lihat ladang dan peternakan sepanjang perjalanan
Dengan rumah bergaya klasik berdiri kokoh jauh dari keramaian

Terbersit dalam ingatan
Begitu terisolasinya di daerah ini
Tapi, ini sebuah negara maju dan makmur mate
Semuanya serba cukup
Bukan kampungku yang terisolir
Perlu waktu 3 jam hanya untuk sebuah warnet.

Mobil Toyota berhenti perlahan
Sang teman mengajak beristirahat
untuk menyantap pie terkenal katanya

Kelihatannya benar juga
Banyak orang di sana sampe antri
hanya sebuah pie

Kulihat papan menu
Ada pie chicken curry. nyam. nyam. nyam
Ku pesan sebuah dulu
Pie hangat di cuaca mendung
hilang sontak kantuk ku

Ku coba terakhir
Danish Apricot
mmmmmmmmmm
Rasa di negeri Eropa saja mate.

Selesai santap
mobil melaju untuk memburu waktu dan menu baru.

Dasar pecinta kuliner

Braidwood
52 km from Canberra

Wednesday, December 17, 2008

Awan


Ku sandarkan tubuh ku di batu itu
Di sapa angin semilir yang melenakan angan-angan ku
Jauh ke penjuru rindu

Awan putih berarak
Menemani angin yang tiada berhenti

Langit biru
Sebiru dan secerah hatiku

Ku tatap air di danau itu
Ombak kecil beriak dan berhempas dibawah pohon oak yang rimbun
Burung dara yang sedang bersenda
Sepasang angsa hitam berkelakar gembira

Awan putih masih saja di atas ubun-ubun ku
Melindungi ku dari sengatan siang
di kala
itu

Girindera Lake
Canberra, 16 Dec 2008

Wednesday, December 10, 2008

I am missing my family


Beberapa hari ini adalah hari -hari yang berat buat ku. Bukan masalah study, kerja dll, but Aku lagi kepikiran abah yang lagi sakit. Mimpi mimpi sebagai firasat selalu hadir dalam tidurku. Kadang-kadang aku tersentak bangun dan terpaku. Langsung ku hibur diriku dengan air wudhu dan ku lanjutkan dengan tahajud dan ku baca ayat-ayat suci sebagai pengobat rinduku buat keluargaku yang jauh disana.

Ku tegarkan hati dan never give up untuk menjalani semua ini dengan tabah, karena ini sebuah ujian dari buah keabaran dan keikhlasan ku untuk menerima semua ini.

Setelah ku telephone keluarga ku tercinta, alhamdulillah doaku terkabul abah sudah baikan dan sudah punya energi dan tenaga untuk bicara. Rasa senang bercampur bahagia ku panjatkan ke hadirat Ilahi dengan kembali ku basuh wudhu dan ku mulai ritual rutin bersimpuh dan bersujud pada mu.

Cepat sembuh ya, Abah. Never Give Up .

Canberra, 11 Dec 2008
Toterdell di malam Summer yang sunyi.

Tuesday, December 2, 2008

Miss you friends


Selepas penat and lelah seharian bekerja di summer holiday ku buka photo lama teman-teman semua.

Jadi kangen kumpul bareng sambil makan ikan bakar lagi hasil tangkapan Ayahnya Ida di kuala Idi. But, udah jadi kenangan aja kali ye! Soalnya semuanya udah pada pencar semua.

Mudah-mudahan bisa ketemu lagi, cuma ada rasa makin lama semakin jauh dan tidak mungkin ku gapai. Tuhanlah yang tahu

Ismail Sulaiman
Never Give Up

Monday, December 1, 2008

Risau


Risau adalah racun
Racun yang bukan untu ku

Semangat adalah warnaku
Yang membuat ku menjadi nomor Satu

Untukku
Untukmu
Untuk Cintaku
Untuk Kasihku
Untuk Kawan lamaku
Untuk Sayangku
Untuk Cita-citaku

Setiabudi, Jakarta 07

Mollinari


Ku duduk terpaku
Di hamparan rumput yang masih membisu
Setelah di kuyup oleh badai hujan yang berlalu

Sesaat ku tatap pada
jejeran pohon-pohan oaks yang sudah tua

Sesaat ku berpikir dan berlalu
mmmm, mungkin pohon-pohon itu lebih tua dari pada ku


Aku jadi malu
Malu yang membisu
Seplah ada yang hilang satu
Dan bertanya dalam hatiku

Siapakah yang bakal menjadi pendamping hidup ku

Mollinari, CIVIC 08

Thanks God


Wuiih, lega rasanya bercampur senang dan haru.
Alhamdulillah, semester ini di akhiri dengan buah hasil yang manis dari perjuangan ku. Terasa hari Jumat kemarin, hari yang paling bahagia bagi ku. Setelah ku buka OSIS websitenya UC, terkuah senyum ku. Langsung ku kirim email ke Dosen ku and tentu saja keluarga tercinta di kampung nan damai.

Serasa, ada sebuah harapan dan semangant baru untuk mencapai sebuah mimpi yang masih harus ku raih, selain itu tu (anjuran dan sunnah or sudah wajib bagi ku untuk segera menikah. eheheh

Segala kesedihan, kerinduan dan dll, terhapus sudah dengan kabar baik ini. Semua orang yang mendukungku, Jonathan, Shaun , and Sally Burford . Mereka dosen-dosen special ku di Canberra University. Berlebihan kali ya? tapi itu lah yang kurasakan. Karena dar bimbingan mereka dengan penuh kesabaran dan penuh perhatian ke aku sebagai Internatioanal student, membuat lebih percaya diri dan "never give up mate"! this is my branding name. ejje

Moreover, special ke Rozana Muir as my Ausaid officer yang selalu memberi dukungan, semangat dan facilitas yang di usahakan ke aku. Ada satu kata , yang membuat aku bahagia tadi pagi ektika aku ketemu beliau. Ismail you are such "virus " on campus. With your motto " Never Give Up" make me more and more to work better and better. I just smiled when I hear about that.

Anyway, Thanks special to Rachael, your are a georgeous worker. I' ll miss you. Thank for the lovely reference.

Lastly, thanks for my lovely parents , brothers, sisters and my fellows to pray me always keep spirit and never give up.

Cheers

Ismail Sulaiman
Never Give Up