Hanya satu kata yang ku ucap dari semua ini "Alhamdulillah ya Allah" atas nikmat yang kau anugerahkan kepada ku.
Episode babak demi babak yang ku tempuh telah membuat aku sadar bahwa hidup ini hanyanya sebuah panggung sandiwara bak kata Ahmad Albar. Seperti roda pedati yang berputar silih berganti dan bertukar tempat. Kadang di atas kadang di bawah.
Terasa nikmat semua onak, hempasan demi hempasan dan cabaran yang kulalui setelah semua ini di akhiri dengan sebuah hasil dari perjuangan. Tetesan keringat, doa dan air mata dari orang-orang tercinta di sekitar ku membuat aku semakin tegar dan selalu mensyukuri akan arti kehidupan ini.
Setelah sekian tahun di perantauan untuk sebuah cita-cita, membuat aku selalu tersadar dan ingat bahwa ini adalah sebuah hadiah sekaligus peringatan dari Allah, agar aku selalu mensyukuri dan menjaga amanah yang Allah berikana padaku.
Terimakasih buat keluarga yag selalu mengalirkan doa-doanya buatku setiap saat tiada henti-hentinya. Khusus buat mamak dan babah doa mu adalah anugerah buat ku. Buat saudara-saudara ku, Ida, Aam, Awal, Syukriah , Dedy, Bang Sidik, Balqis, Tek Tam, Atok, Tek Minah dan Om Ali, Buk Zul dan Kak Safrida, Pak Fuad, Sari dan khusus nya Pak Marzuki as my father, my boss and my inspiration to make me always "Never Give Up". Love you all guys
Salam
Ismail Sulaiman
Never Give Up
Monday, November 24, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment